Menyambut Tahun Baru dengan Ilmu: Santri Cilik Kota Cilegon Jaga Tradisi Keislaman

Kamis, 1 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

| Dok. Arise

| Dok. Arise

Bantenblitz.com – Lantunan selawat dan bait-bait kitab klasik menggema dari sebuah majelis ilmu sederhana di Lingkungan Samangraya, Kelurahan Citangkil, Kota Cilegon, menjelang pergantian tahun baru 2026.

Di tengah arus modernitas, puluhan santri cilik menunjukkan komitmen menjaga tradisi keilmuan Islam dengan menyetorkan hafalan kitab klasik, bertepatan dengan momentum menyambut kemuliaan Bulan Rajab dan Haul Abah Guru Sekumpul (Martapura).

Sekira 30 santri cilik tersebut menyetorkan hafalan Kitab Aqidatul Awam, yang memuat dasar-dasar akidah Islam, serta Hidayatus Shibyan sebagai pengantar ilmu tajwid.

Kegiatan ini diprakarsai oleh tokoh pemuda setempat, Ustadz Ardi Nurul Fajri, yang konsisten memilih jalan dakwah meski dengan fasilitas yang terbatas. Baginya, keterbatasan ruang bukan alasan untuk berhenti menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda.

“Kami ingin menunjukkan bahwa di tengah hiruk-pikuk Kota Cilegon, masih ada tunas-tunas muda yang mencintai ilmu agama. Perayaan tahun baru kami bukan dengan hura-hura, tetapi dengan mendekatkan diri kepada Allah melalui wasilah kitab-kitab para ulama,” kata Ustadz Ardi, Rabu malam, 31 Desember 2025.

Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon, Ayatullah Khumaeni mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai bentuk nyata pelestarian budaya religius di tengah kota industri.

“Apa yang dilakukan para santri cilik dan para penggerak majelis ini merupakan bagian penting dari kebudayaan kita. Tradisi menghafal kitab, majelis ilmu, dan adab keislaman adalah warisan tak benda yang harus terus dijaga,” ungkap Ayatullah Khumaeni.

Ia berharap, di tengah modernisasi dan industrialisasi di Kota Cilegon, kegiatan santri cilik menjadi penanda bahwa identitas spiritual dan kebudayaan religius masyarakat masih hidup dan tumbuh.

“Para santri memilih sambut tahun baru dengan lantunan selawat bukan dengan kembang api,” ungkapnya. (Red/Arise)

Berita Terkait

Cikande dan Kramatwatu Kembali Dominasi O2SN-FLS3N Kabupaten Serang 2026
Wujudkan Tri Dharma, Dosen FH Unpam Serang Gelar PKM di MA Darul Irfan
Warna-warni Budaya di Fashion Show Halal Bihalal KAHFI BBC Motivator School
Siswa SD Tangerang Harumkan Indonesia, Sabet Medali Perak Science Olympiad di Singapura
Wisata Edukatif Jadi Penutup AMT, Anak Yatim Diajak Kenal Sejarah dan Lingkungan
Halal Bihalal di SMPN 6, Wali Kota Serang Evaluasi Program Serang Mengaji
Lindungi Pendidik, Dindikbud Serang Mulai Pemetaan Satgas Guru
Refleksi Setahun Dewi–Iing, Mahasiswa PMII Desak Penetapan Darurat Pendidikan

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 15:19

Cikande dan Kramatwatu Kembali Dominasi O2SN-FLS3N Kabupaten Serang 2026

Senin, 20 April 2026 - 17:28

Wujudkan Tri Dharma, Dosen FH Unpam Serang Gelar PKM di MA Darul Irfan

Senin, 20 April 2026 - 17:01

Warna-warni Budaya di Fashion Show Halal Bihalal KAHFI BBC Motivator School

Selasa, 7 April 2026 - 10:34

Siswa SD Tangerang Harumkan Indonesia, Sabet Medali Perak Science Olympiad di Singapura

Senin, 30 Maret 2026 - 17:10

Wisata Edukatif Jadi Penutup AMT, Anak Yatim Diajak Kenal Sejarah dan Lingkungan

Berita Terbaru