Legenda Kuliner Pandeglang, Es Campur Mang Cawa Jadi Favorit Selama Ramadan

Selasa, 4 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kios es campur Mang Cawa yang berlokasi di seberang SMPN 4 Pandeglang | Dok. Guntur-BBC

Kios es campur Mang Cawa yang berlokasi di seberang SMPN 4 Pandeglang | Dok. Guntur-BBC

BantenBlitz.Com – Es campur Mang Cawa telah menjadi salah satu ikon kuliner di Pandeglang, terutama selama bulan suci Ramadan.

Sejak didirikan pada tahun 1972, es campur ini masih bertahan dan terus diburu oleh para pencinta kuliner.

Bukan sekadar minuman, tetapi es campur ini juga telah menjadi bagian dari tradisi berbuka puasa bagi banyak orang.

Melepas dahaga setelah seharian berpuasa dengan segelas es campur Mang Cawa adalah pengalaman yang diidamkan banyak orang.

Rasanya yang manis menjadi ciri khas tersendiri dibandingkan dengan es campur lainnya. Hendar, penanggung jawab cabang Pandeglang, menjelaskan keunggulan produk ini.

“Kita murni pakai gula aren asli, gak dicampur-campur, santannya pun kental,” ujarnya saat ditemui BantenBlitz.Com di kiosnya, Senin, 3 Maret 2025

Dengan harga yang terjangkau, yaitu Rp9.000 per gelas, es campur ini menawarkan topping yang sederhana namun menggugah selera, seperti sekuteng dan kacang hijau yang disiram dengan campuran santan dan sirup gula aren.

“Sebenarnya simpel cuma resepnya dari tahun 1972 enggak pernah diubah dan itu yang bikin rasanya beda dari yang lain,” ujar Hendar.

Meskipun hari ketiga puasa menunjukkan omzet yang stabil, Hendar mengamati pola pembelian yang menarik.

“Masih sama aja kayak hari-hari biasa, biasanya minggu ketiga sampai Lebaran baru terjadi lonjakan pembeli,” imbuhnya.

Hal ini menunjukkan bahwa es campur Mang Cawa memiliki pelanggan setia yang menantikan momen berbuka puasa dengan minuman ini.

Namun, tidak semua hari membawa berkah bagi usaha ini. Hendar mengungkapkan tantangan yang dihadapi ketika cuaca hujan.

“Kalau hujan, suka sisa banyak. Paling dibagi-bagi ke tetangga, pedagang sekitar, dan ojek, soalnya enggak bisa dihangatkan dan enggak layak dijual lagi esok hari,” tuturnya.

Hal ini menunjukkan komitmen Hendar untuk menjaga kualitas produk yang ditawarkan kepada pelanggan.

Es campur Mang Cawa kini memiliki empat cabang di Pandeglang, yaitu di depan SMPN 4 Pandeglang, di samping SMPN 1 Pandeglang, di samping gedung Golkar Pandeglang, dan di Kampung Tenjolaya.

Selama bulan puasa, usaha ini buka setiap hari dari pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB, menyediakan kesempatan bagi semua orang untuk merasakan kenikmatan es campur yang legendaris ini.

Dengan sejarah yang panjang dan kualitas yang terjaga, es campur Mang Cawa tidak hanya sekedar minuman, tetapi juga simbol dari tradisi dan rasa yang tak terlupakan di Pandeglang. (Red/Guntur)

Berita Terkait

Dari BMX ke Literasi, Heru Anwari Luncurkan Buku Esai “Suara dari Alaska”
Banjir Tinggalkan Sampah, Gen Z Tangerang Bergerak Lawan Krisis Iklim
Lebah Banten Gelar Kaderisasi Jelang Hari Sumpah Pemuda 2025
Meriahkan HUT RI ke-80, KEK Tanjung Lesung Gelar Karnaval Budaya Spektakuler
Refleksi 80 Tahun Kemerdekaan, Abah Elang: Indonesia Rumah Kita
Nobar Film ‘Gak Nyangka’ Karya Ibas, Rizki Gaungkan Semangat Ekonomi Kreatif
Kampung Lewipapan Pandeglang, Meriahkan Tahun Baru Islam 1447 H dengan Pawai Obor
Lantang Tabuhan Bedug Kampung Cipacung, Upaya Mempertahankan Titel Juara

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 01:58

Dari BMX ke Literasi, Heru Anwari Luncurkan Buku Esai “Suara dari Alaska”

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:53

Banjir Tinggalkan Sampah, Gen Z Tangerang Bergerak Lawan Krisis Iklim

Senin, 20 Oktober 2025 - 18:00

Lebah Banten Gelar Kaderisasi Jelang Hari Sumpah Pemuda 2025

Selasa, 19 Agustus 2025 - 09:42

Meriahkan HUT RI ke-80, KEK Tanjung Lesung Gelar Karnaval Budaya Spektakuler

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 15:38

Refleksi 80 Tahun Kemerdekaan, Abah Elang: Indonesia Rumah Kita

Berita Terbaru