Bantenblitz.com – Kejaksaan Negeri Pandeglang memusnahkan berbagai barang bukti yang telah berkekuatan hukum tetap dalam kegiatan yang digelar di halaman kantor Kejari, Rabu, 26 November 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintah daerah seperti Kapolres Pandeglang, Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Bank Indonesia Provinsi Banten, serta jajaran pengadilan dan tamu undangan lainnya.
Kepala Kejaksaan Negeri Pandeglang, Suryadi Sembiring menjelaskan bahwa pemusnahan ini merupakan bagian dari pelaksanaan putusan pengadilan serta bentuk komitmen Kejari dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi penegakan hukum.
” Ini merupakan perwujudan dari pasal 270 KUHP, bahwa Jaksa selalu eksekutor melaksanakan sesuai dengan putusan Pengadilan yaitu berupa pemusnahan, ” kata nya kepada wartawan.
Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 54 perkara, terdiri dari 23 kasus narkotika dan selebihnya kasus lain. Kategori barang bukti meliputi narkotika jenis sabu dengan berat netto 271,3494 gram (senilai Rp 81.404.820), ganja 2364,4295 gram (Rp 709.328.850), dan tembakau sintetis 277,6838 gram (Rp 83.305.140).
Selain narkotika, barang sitaan meliputi obat-obatan tanpa izin edar, seperti tablet berlogo MF (12.959 butir; Rp 25.918.000), Tramadol HCl (2.943 butir; Rp 5.886.000), DMX (4.230 butir; Rp 8.460.000), Rexlona (30 butir; Rp 60.000), Alprazolam Mers (14 butir; Rp 28.000), serta uang palsu pecahan Rp 100.000 (2.935 lembar; Rp 293.500.000) dan pecahan Rp 50.000 (15 lembar; Rp 750.000).
Barang bukti lain berupa 14 unit handphone, alat isap sabu, kertas papir, plastik bening, serta pakaian anak dan barang lain yang digunakan dalam tindak pidana.
Suryadi menambahkan bahwa pemusnahan barang bukti kali ini, lebih mendominasi dari kamnegtibun dan tpul.
“Untuk saat ini yang paling mendominasi dari KAMNEGTIBUN dan TPUL” lanjutnya.
Seluruh barang bukti dimusnahkan sesuai prosedur dan pengawasan agar tidak disalahgunakan dan demi menguatkan sinergi antarinstansi dalam penegakan hukum di Pandeglang. Kegiatan ini juga bertujuan memberi kepastian hukum dan menjaga ketertiban masyarakat.
Acara diakhiri dengan harapan agar kerja sama lintas institusi dapat terus terjalin untuk mewujudkan Pandeglang yang lebih aman dan tertib.(Red/Difeni)












