Bantenblitz.com – Stasiun Rangkasbitung kini memasuki babak baru. Mulai 10 Desember 2025, Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Jakarta bersama PT KAI dan PT KCI resmi mengubah alur penumpang KA Lokal seiring rampungnya pembangunan fasilitas modern Stasiun Rangkasbitung Ultimate, yang mampu melayani hingga 83.000 penumpang per hari—melonjak lebih dari tiga kali lipat dari kapasitas sebelumnya.
Kepala BTP Kelas I Jakarta, Ferdian Suryo Adhi Pramono, menyatakan pengembangan Stasiun Rangkasbitung Ultimate bertujuan menjawab lonjakan kebutuhan transportasi masyarakat. Kapasitas layanan stasiun meningkat drastis dari 26.000 menjadi 83.000 penumpang per hari.
“Stasiun kini hadir dengan desain modern dan ruang lebih luas, dilengkapi ruang concourse, area operasional, ruang layanan publik, ruang tunggu, mushola, ruang laktasi, serta toilet umum dan ramah disabilitas. Tersedia pula 7 lift, 5 eskalator, 15 gate tiket otomatis, 4 akses masuk, dan sistem keamanan CCTV 24 jam,” jelas Ferdian dalam keterangan tertulis, Kamis, 11 Desember 2025.
Fasilitas dan aksesibilitas dirancang agar perjalanan nyaman dan inklusif, khususnya bagi penyandang disabilitas, lansia, serta pengguna dengan mobilitas terbatas.
Dari sisi operasional, jalur KA juga ditata ulang: jalur 2 khusus untuk KA Lokal, jalur 3 untuk kereta barang, jalur 4 dan 5 untuk KRL, sementara jalur 6 hingga 9 disiapkan sebagai area stabling untuk memperkuat fleksibilitas operasional.
“Penataan ini bertujuan meningkatkan ketertiban pergerakan penumpang, mengurangi antrean, dan memastikan ketepatan waktu kereta,” lanjutnya.
Untuk alur penumpang, dari arah selatan diatur masuk lewat Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), sedangkan dari utara atau Jalan Sunan Kalijaga masuk melalui selasar gedung baru. Penumpang KA Lokal keluar melalui area transit lantai dua sebelum menuju layanan KRL atau pintu keluar utama.
“Penataan alur baru ini diharapkan menciptakan perjalanan yang lebih tertib, nyaman, dan aman, terutama saat jam padat,” tambahnya.
Selain itu, Ferdian menyampaikan mulai beroperasinya KA Petani-Pedagang relasi Merak-Rangkasbitung yang mendapat sambutan positif. Layanan ini memudahkan petani dan pedagang mengangkut hasil bumi dengan tarif terjangkau dan kapasitas khusus.
“Konektivitas langsung ke Merak dan daerah lain membantu menurunkan biaya logistik dan mempercepat distribusi produk pertanian, mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Banten,” jelasnya.
Perubahan alur penumpang diterapkan saat fasilitas inti stasiun sudah siap 95,84 persen, dengan uji layanan sebelum penerapan penuh akhir 2025.
Dengan fasilitas baru ini, Stasiun Rangkasbitung diharapkan menjadi simpul transportasi modern yang memperkuat konektivitas serta mendorong perkembangan ekonomi di Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten.(Red/Difeni)












