Jelang Pelantikan Budi-Agis, Pemkot Serang Kewalahan Atasi Persoalan Sampah

Jumat, 7 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banten Blitz.Com– Menjelang pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Serang terpilih Budi-Agis, Pemkot Serang masih kewalahan mengatasi Persoalan Sampah dan masih menjadi momok mengerikan bagi Kota Serang, pasalnya hingga kini masih menjadi keluhan masyarakat Kota Serang dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang).

Hal itu diungkapkan Asisten Daerah (Asda) III Bidang Administrasi Umum dan Kepegawaian Kusna Ramdhani pada saat menghadiri Musrembang Kecamatan Serang.

Ia mengatakan, dari enam kecamatan yang menyelenggarakan Musrembang, persoalan sampah pasti masuk dalam pembahasan dan usulan pembangunan Kota Serang.

“Kalau sampah seluruh kecamatan ada lah. Itu pasti ada. Seluruh kecamatan pasti ada lah di enam itu ada sampah dan struktur, ungkap Kusna, Jum’at, 7 Februari 2025.

Ia menjelaskan, seharusnya dalam mengantisipasi persoalan yang ditimbulkan akibat sampah bisa diantisipasi mulai dari diri kita sendiri dengan membiasakan memilah dan memilih sampah yang akan dibuang.

“Sebenarnya sampah itu kan berawal dari diri kita sendiri sih. Sampah itu kalau memang dari awalnya kita tidak memilah-memilih dan meminimalkan sampah itu tidak akan ada,” kata Kusna.

Selanjutnya, Kusna berharap jika masyarakat juga mulai tertib dengan membuang sampah pada tempat yang seharusnya, sehingga tidak menimbulkan penyumbatan pada drainase dan banjir yang diakibatkan oleh sampah.

“Ya, jadi saya sekarang kembali lagi ke ke masyarakat, tolonglah buang sampah dengan tertib di tempatnya, tidak di tempat yang bukan sewajarnya. Akhirnya kan mampet, mampet saluran mampet dan airnya banjir,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Serang Farach Richi menjelaskan, bahwa Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong yang dimiliki Kota Serang masih lebih baik dibandingkan TPSA yang ada di provinsi Banten.

“Yang paling mending itu TPS Cilowong Tapi kan metode pendamping kita sebagian, kita ada yang namanya kontrol Envil,” kata Farach

Selain itu, Farach mengaku bahwa dalam mengelola sampah pihaknya sudah menggunakan alat modern, namun hanya 30 ton perhari.

“Terus kita juga ada pengelolaan dengan mesin juga, memang saat ini baru 30 ton per hari dari kapasitas 100 ton per hari. Karena kalau 100 ton itu kan harus 24 jam. Kita kan tenaga tidak punya,” tutupnya. (Lathif)

Berita Terkait

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW
20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam
Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai
Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita
Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang
Walikota Serang Budi Rustandi Ajak PDIP Bersinergi Kawal Pembangunan Daerah
Wali Kota Serang Apresiasi Dukungan Buruh Genjot Investasi Padat Karya
Target Efisiensi 2027, Pemkot Serang Berupaya Turunkan Belanja Pegawai dari 40 ke 30 Persen

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 10:33

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW

Rabu, 15 April 2026 - 10:18

20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam

Rabu, 15 April 2026 - 10:07

Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai

Selasa, 14 April 2026 - 14:28

Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita

Selasa, 14 April 2026 - 09:37

Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang

Berita Terbaru