Desa Wisata Tambang Ayam Raih Juara Pertama ADWI Kabupaten Serang 2025

Rabu, 29 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah saat menyerahkan piala juara ADWI Tingkat Kabupaten Serang kepada Kepala Desa Tambang Ayam l Dok Istimewa

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah saat menyerahkan piala juara ADWI Tingkat Kabupaten Serang kepada Kepala Desa Tambang Ayam l Dok Istimewa

BagusNews.co – Desa Wisata Tambang Ayam di Kecamatan Anyar berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih juara pertama dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tingkat Kabupaten Serang Tahun 2025.

Penetapan tersebut diumumkan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang usai melalui proses penilaian ketat oleh lima dewan juri di objek wisata Sumur Kenclong, Desa Tambang Ayam, pada Rabu, 29 Oktober 2025.

Prestasi itu bukan hanya keberhasilan Desa Tambang Ayam, tetapi juga menunjukkan keberhasilan dalam menggali dan memanfaatkan potensi lokal secara optimal.

Selain Desa Tambang Ayam, Disporapar juga menempatkan desa-desa lain dalam berbagai kategori pemenang, termasuk Desa Margagiri di Kecamatan Bojonegara, Desa Wargasara Pulau Tunda di Kecamatan Tirtayasa, serta desa-desa yang meraih juara harapan seperti Desa Bumi Tirtayasa, Desa Katulisan, dan Desa Cariang Cikedung.

Tidak ketinggalan, kategori Ekonomi Kreatif (Ekraf) dimenangkan oleh Desa Kubang Baros, dan kategori Resiliensi dipegang oleh Desa Kacida Cibuntu.

Penyerahan penghargaan secara langsung dilakukan oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah di lokasi acara, yang turut dihadiri oleh Asisten Daerah 1 Setda Kabupaten Serang Syamsuddin, Kepala Disporapar Anas Dwi Satya Prasadya, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah dan kepala desa dari berbagai kecamatan.

Dalam sambutannya, Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. “Tadi sudah rekan-rekan lihat ada beberapa penilaian yang akhirnya menentukan desa wisata ini menjadi pemenang untuk ajang desa wisata tahun 2025,” ujarnya kepada wartawan.

Ia menambahkan bahwa desa-desa yang masuk kategori desa wisata harus mampu menggali potensi dan mengembangkan destinasi wisatanya secara berkelanjutan.

“Saya berharap desa yang belum berhasil jangan patah semangat, gali terus potensi yang ada di desa itu. Saya yakin setiap desa punya kearifan lokal dan potensi yang bisa digali, sehingga dapat mendatangkan pendapatan bagi warga desa,” katanya.

Zakiyah juga memaparkan bahwa di Kabupaten Serang terdapat 31 desa wisata, namun yang terdaftar dalam ajang ini baru 14 desa, sementara sisanya masih dalam pengembangan.

Ia menegaskan bahwa evaluasi tersebut penting untuk memetakan kekurangan, baik dari segi sumber daya manusia maupun sarana prasarana, sebagai langkah perbaikan di masa mendatang.

“Itu yang menjadi patokan kita untuk melangkah ke depan agar lebih baik lagi,” ujarnya.

Dalam pandangannya, target utama adalah agar keikutsertaan dalam ADWI yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dapat memberikan hasil yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Kami berharap perwakilan desa dari Serang dapat meraih prestasi tertinggi dan menjadi yang terbaik di provinsi maupun nasional,” ujarnya penuh optimisme.

Untuk mencapai target tersebut, Zakiyah menekankan pentingnya kolaborasi semua elemen masyarakat dan stakeholders.

“Perlu melibatkan semua elemen masyarakat karena tidak bisa pemerintah sendiri yang bekerja. Kerja sama adalah kunci untuk meningkatkan desa wisata yang ada di Kabupaten Serang,” tuturnya.

Selain itu, Zakiyah menambahkan bahwa Desa Tambang Ayam harus terus memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan dan melakukan promosi secara aktif.

“Kita akan melakukan branding dan mempromosikan desa-desa yang memiliki potensi agar menjadi daya tarik wisata bagi pengunjung dari luar daerah,” katanya.

Kepala Disporapar Kabupaten Serang Anas Dwi Satya Prasadya menambahkan, Desa Tambang Ayam meraih juara pertama karena destinasi unggulan seperti Sumur Kenclong dan kekayaan seni budaya, yang menunjukkan bahwa keanekaragaman budaya di desa tersebut tetap lestari.

“Hasil penilaian dari lima dewan juri itu murni dan mempertimbangkan berbagai aspek seperti pemberdayaan masyarakat, keberlanjutan Pokdarwis, serta sarana prasarana yang terus berkembang setiap tahun,” jelasnya. (Red/Dwi)

Berita Terkait

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW
20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam
Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai
Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita
Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang
Walikota Serang Budi Rustandi Ajak PDIP Bersinergi Kawal Pembangunan Daerah
Wali Kota Serang Apresiasi Dukungan Buruh Genjot Investasi Padat Karya
Target Efisiensi 2027, Pemkot Serang Berupaya Turunkan Belanja Pegawai dari 40 ke 30 Persen

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 10:33

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW

Rabu, 15 April 2026 - 10:18

20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam

Rabu, 15 April 2026 - 10:07

Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai

Selasa, 14 April 2026 - 14:28

Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita

Selasa, 14 April 2026 - 09:37

Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang

Berita Terbaru