Bantenblitz Com – Kabupaten Lebak mendapatkan investasi baru sebesar Rp923 miliar pada triwulan ketiga tahun 2025. Jumlah itu berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp790 miliar dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp132 miliar.
Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, Robertus Erwin menerangkan bahwa nilai realisasi investasi itu sendiri berdasarkan laporan kegiatan penanaman modal secara online dan periodik dari perusahaan PMDN maupun PMA.
“Di Kabupaten Lebak terbilang masih cukup seksi untuk investor. Selain penataan kawasan yang cukup jelas, upah untuk pekerjanya juga bisa bersaing dengan daerah lain,” kata Erwin saat dihubungi melalui saluran whatsapp Kamis, 6 November 2025.
Erwin mengungkapkan, sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran, memberikan andil terbesar dalam capaian realisasi investasi Kabupaten Lebak di tahun 2025.
Berdasarkan data yang dirilis, Lebak berhasil membukukan investasi sebesar Rp235 miliar dari sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi, Rp133 miliar dari sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran, Rp87 miliar dari perdagangan dan reparasi, Rp68 miliar dari industri perikanan, serta Rp61 miliar dari industri lainnya.
“Sektor perumahan sendiri wajar menjadi penyimpanan tersebar lantaran keberadaan commuter line serta lahan yang masih cukup luas. Kebutuhan perumahan pasti akan terus bertambah. Belum lagi harga lahan masih cukup murah,” ujarnya.
Terkait penanaman modal negara asing, Erwin mengungkapkan bahwa Korea Selatan menjadi negara teratas nilai investasi tertinggi di Lebak hingga triwulan III 2025 ini yang mencapai angka Rp57 miliar. Kemudian, Malaysia Rp53 miliar, Singapura Rp17 miliar, Tiongkok Rp2 miliar serta Thailand Rp1 miliar.
Hal itu membuktikan bahwa tingkat kepercayaan asing untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Lebak masih cukup tinggi. Untuk itu, Erwin meminta kepada seluruh pihak untuk menjamin iklim investasi yang sehat di Kabupaten Lebak.
“Hingga semester III 2025 ini juga, penyerapan tenaga kerja cukup baik, mencapai 4.550 orang dengan tenaga kerja lokal sebanyak 4.538 orang dan 12 orang sisanya tenaga kerja asing,” imbuhnya.
Di sisi lain, Erwin memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak berkomitmen untuk selalu mempermudah investor yang hendak menanamkan modalnya. Selain itu ia yakin, keberadaan jalan tol Serang-Panimbang akan memberikan dampak positifnya terhadap perkembangan investasi di Kabupaten Lebak.
“Kita juga memastikan semua pihak mendukung iklim investasi di Lebak. Untuk melindungi investor, kita ada layanan pengaduan. Tapi sejauh ini selalu kondusif,” tuturnya. (Red/Guntur)












