Bantenblitz.com – Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Pandeglang kembali meningkat. Sepanjang tahun 2025, Dinas Kesehatan mencatat 78 kasus baru—terdiri dari 56 laki-laki dan 22 perempuan—sehingga total akumulasi kasus kini mencapai 301. Data ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Pandeglang, Eni Yati, sebagai peringatan penting atas risiko HIV yang dapat berkembang menjadi AIDS jika tidak ditangani secara tepat.
Virus ini merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh yang berguna untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit. Jika sel-sel tersebut rusak dan jumlahnya berkurang, daya tahan tubuh akan melemah dan penderitanya akan mudah terkena infeksi dan penyakit lainnya.
Jika tidak ditangani dengan tepat, HIV dapat berkembang menjadi AIDS atau acquired immunodeficiency syndrome dalam kurun waktu sekitar 10 tahun. AIDS merupakan stadium akhir dan paling serius dari infeksi HIV, yang ditandai dengan sistem kekebalan tubuh sudah sangat lemah dan tidak mampu melawan infeksi.
“Jadi, tahun 2025 ini ada 78 kasus baru penderita HIV, jadi keseluruhannya sekarang mencapai 301 orang,” ungkapnya pada Senin, 1 Desember 2025 usai rapat di Ruang Bupati Pandeglang.
Eni pun menjelaskan, bahwasanya penyakit HIV/AID itu tidak bisa di sembuhkan, tapi pertumbuhan virus HIV dalam tubuh dapat ditekan dengan cara mengkonsumsi obat antiretroviral (ARV) yang harus dikonsumsi secara rutin dan seumur hidup.
“Obat ARV ini diminum oleh penderita HIV/AIDS seumur hidup, untuk menekan jumlah virus, menjaga sistem kekebalan tubuh, dan memperpanjang harapan hidup. Ini adalah salah satu upaya yang dilakukan tim kami di Dinas Kesehatan, untuk menekan kasus HIV/AIDSdi Kabupaten Pandeglang. ” ungkapnya.
Selain itu, upaya lainnya adalah dengan melakukan penguatan skrining HIV/AIDS untuk kelompok resiko.
“Jika sudah ditemukan diagnosis yang pasti, baru lanjut diobati, lalu kemudian ada penguatan layanan dukungan perawatan di beberapa lokasi layanan kesehatan, diantaranya Puskesmas Cadasari, RSUD Berkah, Saketi, Labuan, RSUD Aulia dan Panimbang,” Jelasnya.
Lebih lanjut, Eni menjelaskan bahwa penularan HIV salah satunya dengan hubungan seksual jadi tidak akan menular melalui interkasi sosial seperti mengobrol atau interkasi sosial normal lainnya. Ia pun menekankan bahwa yang harus dijauhi itu virusnya bukan orang yang terinfeksi virus tersebut, justru penderita butuh motivasi dari kita untuk tetap semangat hidup. (Red/Guntur)












