DPRD Soroti Risiko dan Dampak Pengangkatan Ribuan PPPK Paruh Waktu

Selasa, 30 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Serang Tb Moh Sholeh l Dok. Istimewa

Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Serang Tb Moh Sholeh l Dok. Istimewa

Bantenblitz.com – Pengangkatan sebanyak 6.057 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu oleh Pemerintah Kabupaten Serang menjadi perhatian serius kalangan legislatif. Kebijakan tersebut dinilai memiliki konsekuensi ganda, antara upaya peningkatan kesejahteraan dan motivasi aparatur dengan potensi risiko terhadap kinerja pemerintahan serta beban anggaran daerah yang harus diantisipasi secara matang.

Tb Moh Sholeh, anggota DPRD Kabupaten Serang yang notabene Wakil Ketua Komisi 1 DPRD, menyoroti secara objektif dan analitis terkait dampak serta risiko kebijakan tersebut terhadap kinerja pemerintah daerah dan beban anggaran APBD.

“Di balik kebaikan sebuah kebijakan pasti ada risiko yang menyertainya. Namun, risiko itu jika untuk kebaikan bersama, apalagi bagi pegawai yang dilantik itu sebagai suatu apresiasi, ini tidak jadi masalah,” ujar Sholeh pada Selasa, 30 Desember 2025.

Menurutnya, beban anggaran sudah pasti ada namun karena sudah jadi kesepakatan bersama pastinya ada jalan keluarnya.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pengangkatan PPPK paruh waktu berpotensi menambah beban anggaran, namun aspek apresiasi dan motivasi pegawai juga menjadi pertimbangan utama.

“Ribuan orang merasa gembira dan bahagia bersama keluarganya, ini yang harus kita perhatikan,” kata anggota Dewan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini.

Ia juga menyoroti dampak terhadap kualitas pelayanan publik dan kompetensi pegawai juga menjadi perhatian penting.

“Kita serahkan ke BKPSDM terkait evaluasi dan monitoring kinerjanya karena OPD inilah yang punya tugas itu dan punya alat instrumennya. Kita hanya minta agar terus dilakukan secara berkala dan fair sehingga tercipta suasana kerja yang kondusif dan diharapkan pelayanan kepada masyarakat menjadi optimal,” imbuh Sholeh.

Ia juga menekankan terkait evaluasi dan monitoring secara objektif menjadi langkah strategis agar standar pelayanan tetap terjaga.

Selain itu, Sholeh juga menyoal tentang aspek pengelolaan keuangan dan keseimbangan anggaran menjadi perhatian utama.

“Ini yang kita minta kepada seluruh pihak. Khususnya teman-teman yang di Banggar pasti memikirkan hal ini. Maka kita mendorong semua pihak agar pengangkatan 6.057 PPPK ini mengacu pada neraca keuangan agar tetap stabil.”

Dalam konteks peningkatan kualitas pelayanan publik, ia menegaskan bahwaKomisi 1 mendorong dan meminta kepada seluruh pegawai yang telah dilantik agar mengutamakan pelayanan prima.

“Selain itu , integritas yang tinggi, disiplin serta ramah agar tidak lagi terdengar keluhan dari sebagian masyarakat tentang pelayanan para pegawai pemerintah,” terangnya.

Sholeh juga mengatakan, evaluasi kinerja secara transparan juga menjadi bagian dari strategi pengawasan.

“Komisi 1 berharap setiap hasil evaluasi disampaikan secara terbuka dan transparan,” lanjutnya.

Terkait rencana peningkatan status PPPK menjadi penuh waktu, ia menyebutkan bahwa hal itu melihat kemampuan Pemkab Serang.

“Pastinya ada, hanya saja kembali dilihat dari kemampuan masing-masing daerah,” yang menunjukkan fleksibilitas dan penyesuaian kebijakan sesuai kondisi daerah.

Pengawasan terhadap potensi kesenjangan antara PPPK paruh waktu, penuh waktu dan PNS menjadi perhatian sensitif.

“Sensitif, saya enggak bisa komen karena ini urusan aturan negara,” pungkasnya. (Red/Dwi)

Berita Terkait

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW
20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam
Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai
Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita
Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang
Walikota Serang Budi Rustandi Ajak PDIP Bersinergi Kawal Pembangunan Daerah
Wali Kota Serang Apresiasi Dukungan Buruh Genjot Investasi Padat Karya
Target Efisiensi 2027, Pemkot Serang Berupaya Turunkan Belanja Pegawai dari 40 ke 30 Persen

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 10:33

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW

Rabu, 15 April 2026 - 10:18

20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam

Rabu, 15 April 2026 - 10:07

Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai

Selasa, 14 April 2026 - 14:28

Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita

Selasa, 14 April 2026 - 09:37

Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang

Berita Terbaru