Pascabanjir, Warga Perumahan Grand Sutera Bergelut dengan Lumpur dan Sampah

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Damkar Kota Serang hendak membersihkan lumpur yang menempel di rumah warga Grand Sutera I Dok. Roy-BNC

Petugas Damkar Kota Serang hendak membersihkan lumpur yang menempel di rumah warga Grand Sutera I Dok. Roy-BNC

Bantenblitz.com – Meski air banjir telah surut, penderitaan warga Perumahan Grand Sutera, Kelurahan Panancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, belum benar-benar berakhir. Lumpur tebal yang melekat di lantai dan dinding rumah, bercampur tumpukan sampah sisa banjir, masih menjadi pekerjaan berat bagi warga yang baru kembali menata kehidupan mereka pascabencana banjir.
‎‎
‎Salah seorang warga Blok D, Rika menceritakan sudah mulai membersihkan rumah dari sisa lumpur, dan menjemur barang-barang yang basah.

‎Sejumlah warga, kata dia, terpaksa tidur beralaskan lantai lantaran kasur mereka basah akibat banjir.

‎“Air sudah surut di hampir seluruh blok. Kami mulai memilah barang yang masih bisa digunakan dan menjemur kasur, pakaian, serta berkas-berkas yang basah. Tapi sampah masih menumpuk karena belum ada pengangkutan dari petugas,” ujar Rika kepada wartawan, Kamis, 14 Januari 2026.

‎Selain sampah, warga juga mengeluhkan pasokan air bersih. Beberapa rumah mengalami kerusakan pada mesin air akibat terendam banjir, sehingga proses membersihkan sisa lumpur menjadi kendala.

‎Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak RT setempat memanggil Damkar Kota Serang agar membantu membersihkan lumpur yang menempel di rumah warga. Sementara Basarnas diikutsertakan menyediakan pasokan air bersih untuk warga.

‎“Tetangga ada beberapa yang mesin airnya mati, dan akhirnya memanggil bantuan Damkar untuk proses pembersihan,” ungkap Rika.

‎Saat ini tempat pengungsian di mushola dan masjid sekitar Grand Sutera mulai normal. Warga yang sempat mengungsi kini sudah kembali ke rumah masing-masing, sementara aktivitas di masjid mulai dilanjutkan.

‎Peristiwa banjir di perumahan Grand Sutera bukan pertama kalinya. Dalam sebulan terakhir, perumahan ini sudah tiga kali terendam.

‎Warga berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Serang segera melakukan normalisasi Sungai Parung, yang mengalir langsung ke perumahan.

‎“Kalau sungai tidak dinormalisasi, banjir akan terus berulang. Sudah tiga kali terjadi hanya dalam sebulan,” jelas Rika.

‎Tak hanya itu, ia juga berharap musibah ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar langkah-langkah preventif bisa dilakukan, termasuk normalisasi sungai maupun perbaikan saluran air.

‎“Kami hanya ingin rumah bisa kembali bersih dan nyaman, dan semoga banjir tidak terjadi lagi,” ucap Rika. (Red/ Roy)

Berita Terkait

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW
20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam
Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai
Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita
Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang
Walikota Serang Budi Rustandi Ajak PDIP Bersinergi Kawal Pembangunan Daerah
Wali Kota Serang Apresiasi Dukungan Buruh Genjot Investasi Padat Karya
Target Efisiensi 2027, Pemkot Serang Berupaya Turunkan Belanja Pegawai dari 40 ke 30 Persen

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 10:33

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW

Rabu, 15 April 2026 - 10:18

20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam

Rabu, 15 April 2026 - 10:07

Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai

Selasa, 14 April 2026 - 14:28

Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita

Selasa, 14 April 2026 - 09:37

Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang

Berita Terbaru