Dinkes Tangsel Intensifkan Pengawasan Takjil Ramadan 2026, Pastikan Pangan Aman dan Sehat

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Monitoring pangan Ramadan, petugas Dinkes melakukan monitoring dan pengawasan terhadap keamanan pangan takjil selama Ramadan 2026 l Dok Istimewa

Monitoring pangan Ramadan, petugas Dinkes melakukan monitoring dan pengawasan terhadap keamanan pangan takjil selama Ramadan 2026 l Dok Istimewa

Bantenblitz.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengintensifkan monitoring dan pengawasan keamanan pangan takjil selama Ramadan 2026 di sejumlah titik penjualan.

Pengawasan dilakukan oleh petugas dari berbagai puskesmas guna memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan sehat, serta terhindar dari risiko keracunan akibat konsumsi makanan yang tidak layak.

Kepala Dinkes Tangsel, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjamin kualitas pangan sekaligus melindungi warga dari potensi gangguan kesehatan akibat pangan yang tercemar.

Menurutnya, upaya ini merupakan langkah preventif yang penting dalam pelaksanaan program kesehatan masyarakat, terutama menjelang Ramadan yang identik dengan peningkatan konsumsi makanan siap saji dan takjil.

“Untuk memastikan masyarakat dapat beribadah dengan tenang dan sehat, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan bersama UPTD Puskesmas se-Kota Tangerang Selatan melakukan monitoring dan pengawasan keamanan pangan di berbagai titik strategis wilayah Tangerang Selatan,” kata Allin pada Rabu, 4 Maret 2026.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan, takjil yang dijual di pasar-pasar dan tempat umum memenuhi standar kebersihan dan keamanan.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, lanjut Allin, petugas tidak hanya melakukan uji petik terhadap sampel takjil yang berpotensi tercemar, tetapi juga melakukan sosialisasi dan edukasi langsung kepada para pedagang.

“Kami edukasi pedagang untuk menjaga pangan selalu higienis dan tertutup, tempat berjualan bersih, tertata, dan jauh dari sumber limbah. Serta menggunakan wadah yang aman (food grade) bagi konsumen,” jelas Allin.

Ia berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran pedagang dalam menjaga standar higienitas dan keamanan pangan, sehingga warga tidak terpapar bahan tambahan berbahaya maupun zat kimia berbahaya. (Red/Munjul)

Berita Terkait

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW
20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam
Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai
Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita
Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang
Walikota Serang Budi Rustandi Ajak PDIP Bersinergi Kawal Pembangunan Daerah
Wali Kota Serang Apresiasi Dukungan Buruh Genjot Investasi Padat Karya
Target Efisiensi 2027, Pemkot Serang Berupaya Turunkan Belanja Pegawai dari 40 ke 30 Persen

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 10:33

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW

Rabu, 15 April 2026 - 10:18

20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam

Rabu, 15 April 2026 - 10:07

Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai

Selasa, 14 April 2026 - 14:28

Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita

Selasa, 14 April 2026 - 09:37

Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang

Berita Terbaru