Mata Air Tersembunyi di Desa Kadubungbang Jadi Daya Tarik Wisata

Rabu, 11 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mata air Cilembur yang berada di Desa Kadubungbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang. | dok. Difeni-BBC

Mata air Cilembur yang berada di Desa Kadubungbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang. | dok. Difeni-BBC

BantenBlitz.com – Keindahan alam yang tersembunyi di Desa Kadubungbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang kini menjadi sumber daya alam bagi masyarakat setempat. Banyak warga yang memanfaatkan mata air ini untuk kebutuhan rumah tangga. Selain itu, anak-anak kerap mandi di sini pada sore hari.

Menariknya, di tempat yang dikenal dengan sebutan ‘Cilembur’ ini, tidak ada pungutan liar maupun pedagang yang mengelola area tersebut. Nama ‘Cilembur’ berasal dari kata ‘ci’ yang berarti air dan ‘lembur’ yang berarti kampung, sehingga secara makna, Cilembur adalah air yang dihasilkan dari mata air untuk Desa Kadubungbang.

Ali salah satu pengunjung yang berasal dari Tangerang, mengungkapkan kekagumannya terhadap keindahan alam Cilembur, menurut dia ini adalah salah satu keindahan dan juga anugerah dari Tuhan untuk kita semua.

“Subhanallah, keindahan yang jadi anugerah buat kita semua,” Ungkapnya saat diwawancarai pada Rabu, 11 Juni 2025.

Ali juga menyoroti kekurangan di tempat ini karena banyaknya sampah yang berserakan, tentunya ini harus jadi perhatian warga sekitar untuk senantiasa menjaga kebersihan sumber mata air ini.

“Kekurangan di sini itu hanya kekurangan kesadaran saja bu, Banyak sampah sampo dan makanan berserakan, mungkin bekas warga yang mandi di sini juga” jelasnya.

Meski bukan warga asli Pandeglang, Ali kerap mengunjungi Cilembur saat berkunjung ke rumah kakek-neneknya. Ia mengaku menikmati keindahan dan kedamaian yang jarang ditemukan di tempat tinggalnya saat ini.

“Sebenarnya Ali tidak bisa melarang atau memberikan izin, tapi lebih baik tempat ini tetap seperti ini. Karena di zaman sekarang, apa-apa harus bayar. Mata air ini menjadi anugerah bagi kampung ini karena masih bisa menghasilkan air yang jernih dan segar secara gratis.” Sambungnya. (Red/Difeni)

Berita Terkait

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW
20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam
Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai
Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita
Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang
Walikota Serang Budi Rustandi Ajak PDIP Bersinergi Kawal Pembangunan Daerah
Wali Kota Serang Apresiasi Dukungan Buruh Genjot Investasi Padat Karya
Target Efisiensi 2027, Pemkot Serang Berupaya Turunkan Belanja Pegawai dari 40 ke 30 Persen

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 10:33

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW

Rabu, 15 April 2026 - 10:18

20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam

Rabu, 15 April 2026 - 10:07

Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai

Selasa, 14 April 2026 - 14:28

Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita

Selasa, 14 April 2026 - 09:37

Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang

Berita Terbaru