Bantenblitz.com – DPRD Kabupaten Pandeglang kembali menyalurkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada warga di Kecamatan Mekarjaya. Kali ini, sepasang suami-istri di Kampung Deuwok, Desa Pareang, menjadi penerima bantuan setelah rumah panggung mereka dinyatakan tak layak huni akibat material yang telah rapuh.
Penyaluran bantuan ini diberikan Mulyadi yaitu salah satunya anggota komisi II DPRD Kabupaten Pandeglang yang berasal dari dapil tersebut. Sementara anggota DPRD lainnya yang berasal dari dapil tersebut tidak dapat hadir sehingga menguasakan penyaluran kepadanya.
Mulyadi menjelaskan bahwa bantuan ini bersumber dari hasil iuran sukarela seluruh anggota DPRD Kabupaten Pandeglang, kegiatan ini akan berkelanjutan dan akan bergantian ke Dapil lainnya.
“Bantuan ini, sumbernya dari patungan semua anggota dewan pandeglang, akan terus berlanjut ke setiap Dapil,” Ungkapnya kepada wartawan di sela penyaluran bantuan kemarin pada Pada Rabu 12 November 2025.
“Sekarang juga saya dapet informasi bahwa di Dapil satu juga di daerah Cadasari sedang penyaluran bantuan,” Sambungnya.
Hal ini, menunjukkan komitmen serius para anggota DPRD Pandeglang yang peduli pada kesulitan masyarakat di kabupaten Pandeglang khususnya di setiap Dapil.
Lebih lanjut, Mulyadi menjelaskan bahwa penyaluran bantuan kali ini berbentuk uang tidak seperti di daerah mandalawangi yang membongkar rumah karena pemilik rumah ini sudah menabung bahan bahan bangunan, dan uang ini akan digunakan untuk membayar tukang.
Sementara pemilik rumah, Ija dan Sati’ah yang sehari-harinya bekerja sebagai petani mengaku senang dengan bantuan ini, dengan adanya bantuan ini rumah mereka dapat segera diperbaiki.
“Alhamdulillah, terimakasih pak dewan Kabupaten Pandeglang atas bantunya, kami sedikit sedikit sudah nabung bahan bangunan, tapi kebingungan untuk bayar tukang” ungkap Ija.
Kegiatan positif ini yang menunjukkan kepedulian dari anggota DPRD kabupaten Pandeglang sudah seharusnya berlanjut, meninggat kondisi ekonomi Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pandeglang yang terbatas, sehingga keterbatasan dalam pembangunan baik infrastruktur atau pembangunan RTLH warga. jadi, kegiatan ini bisa menjadi alternatif solusi untuk masyarakat yang masih tinggal di rumahnya tidak layak. (Red/Guntur)












