Bantenbiltz.com – Berbedarnya video di media sosial tentang andanya potongan dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Pandeglang mencuri perhatian publik. Video tersebut diunggah akun tiktok Muhaimin Hozali dua hari lalu.
Dalam video berdurasi 16 detik tersebut, seorang ibu yang diduga warga Kabupaten Pandeglang mengungkapkan keresahan terkait potongan bantuan yang diterimanya.
“Bantuan kan lima juta, dipotong sajuta deui, atuh sabaraha sesana, atuh teu iklas,” Ungkap ibu dalam video yang beredar tersebut.
Menanggapi hal tersebut, wakil Bupati Pandeglang, Iing andri Supriadi menegaskan bahwa seharusnya tidak ada potongan untuk penerima manfaat. Ia pun mengingatkan bahwa pengawalan dan pengawasan bantuan sosial adalah tugas bersama.
“Ya, seharusnya tidak boleh ada potongan, ini tugas kita semua mengawasi bukan cuma tugas Pemerintah Daerah,” ungkapnya saat ditemui di kantornya pada Kamis, 27 November 2025.
Ia pun meminta masyarakat tidak ragu untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika terjadi pemotongan dana atau bantuan dana sosial apapun.
“Kalau ada potongan segera laporkan oknum yang memotong itu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Iing menjelaskan bahwa perlunya evaluasi secara menyeluruh di Dinas Sosial terkait penerima bantuan, jika penerima bantuan sebelumnya telah mendapatkan pemulihan ekonomi, harus segera diganti oleh masyarakat lain yang benar-benar membutuhkan.
“Jadi, memang harus ada evaluasi menyeluruh terutama evaluasi penerima bantuan, istilahnya kalau udah lulus dari kesulitan atau istilahnya ekonominya telah membaik harusnya diganti oleh masyarakat lain yang lebih berhak,” tuturnya.
Ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial baik jenis PKH atau lainnya seharusnya jadi perhatian utama, sehingga program yang dibuat untuk membatu mayarakat dapat menyentuh masyarakat yang berhak, perlunya update atau pembaharuan berkala agar program ini berfungsi sebagaimana tujuannya. (Red/Guntur)












