Bantenblitz.com – Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menggelar koordinasi lintas sektor guna memastikan situasi keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga selama momentum Nataru.
Langkah ini diambil secara cepat menyusul prediksi lonjakan kunjungan wisatawan dan peningkatan mobilitas masyarakat di berbagai titik strategis di Kabupaten Serang.
Semua upaya persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Forkopimda yang dipimpin langsung oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah di Pendopo Bupati Serang, Selasa, 9 Desember 2025.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh instansi terkait serta pemangku kepentingan membahas berbagai potensi kerawanan yang mungkin muncul selama libur panjang akhir tahun.
Berbagai isu yang menjadi perhatian meliputi padatnya lalu lintas, peningkatan aktivitas di kawasan wisata, serta kesiapan menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana alam.
Pemerintah menegaskan pentingnya langkah antisipatif agar masyarakat dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman tanpa khawatir menghadapi berbagai risiko.
Zakiyah, sapaan akrab Ratu Rachmatuzakiyah, menegaskan bahwa koordinasi sudah mulai diperkuat sejak awal Desember 2025 untuk memastikan seluruh sektor bergerak serempak.
Ia menyebutkan bahwa berbagai persoalan, seperti truk ODOL, aktivitas tempat hiburan malam, pengelolaan sampah, hingga sistem pengawasan pariwisata, menjadi fokus utama pembahasan dalam rapat tersebut.
Ia pun menegaskan bahwa seluruh OPD diminta menjaga kesiapan hingga masa libur berakhir.
“Kami rapat bersama Forkopimda untuk membahas persiapan Nataru, mulai dari arus kendaraan truk ODOL, tempat hiburan malam, pengelolaan sampah, pariwisata, hingga potensi kerawanan lainnya,” ujar Zakiyah.
Ia menambahkan bahwa langkah-langkah teknis telah disiapkan sejak jauh hari agar pengamanan selama libur dapat berjalan maksimal.
Selain penguatan koordinasi, Zakiyah mengungkapkan kesiapan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Ia menyampaikan bahwa potensi curah hujan yang tinggi di akhir tahun memerlukan kewaspadaan ekstra.
“BPBD sudah menyiapkan langkah kesiapsiagaan sebagai antisipasi jika terjadi bencana,” ucapnya.
Pemkab Serang juga telah menyiapkan mekanisme respons cepat, khususnya di wilayah rawan banjir, longsor, dan gelombang tinggi.
Salah satu langkah nyata adalah pendirian posko pengamanan dan layanan masyarakat. Posko tersebut akan ditempatkan di titik-titik dengan mobilitas tinggi, seperti jalur wisata, pusat keramaian, dan akses jalan utama.
Dinas Kesehatan akan mengoperasikan tujuh posko layanan kesehatan yang siaga selama 24 jam penuh. Posko ini akan didukung tenaga medis di puskesmas, ambulans yang siap bergerak cepat, serta kendaraan operasional lainnya, termasuk mobil jenazah jika diperlukan.
Pemkab Serang menekankan pentingnya kesiapan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi kejadian darurat akibat padatnya kegiatan masyarakat.
Di sisi lain, Dinas Perhubungan menyiagakan 13 posko yang bertugas mengatur lalu lintas dan memastikan kelancaran arus kendaraan. Posko ini juga akan memantau titik-titik rawan kemacetan, terutama di jalur menuju objek wisata yang diperkirakan akan dipenuhi pengunjung.
Selain dua instansi tersebut, berbagai stakeholders turut mendirikan posko tambahan. Unsur kepolisian, TNI, dan lembaga terkait lainnya akan bekerja sama menjaga keamanan wilayah, khususnya di destinasi wisata yang diperkirakan mengalami puncak kunjungan pada akhir Desember 2025.
Untuk memperkuat pengamanan, Pemkab Serang mengerahkan sekitar 300 personel gabungan yang akan ditempatkan di berbagai titik vital, termasuk kawasan wisata, jalur transportasi, dan pusat keramaian.
“Sebanyak 300 personel sudah kami siapkan untuk memberikan rasa aman bagi pengunjung yang datang ke Kabupaten Serang,” pungkasnya. (Red/Dwi)












