Disparpora Serang Dorong Wisata Edukatif Berbasis Sejarah di Banten Girang

Jumat, 16 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Disparpora Kota Serang, Zeka Bachdi, saat diwawancarai awak media I Dok. Roy -BNC

Kepala Disparpora Kota Serang, Zeka Bachdi, saat diwawancarai awak media I Dok. Roy -BNC

Bantenblitz.com – Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang terus mendorong pengembangan wisata lokal berbasis sejarah dengan mengoptimalkan potensi kawasan situs Banten Girang.

Situs yang dikenal sebagai cikal bakal kerajaan pertama di wilayah Banten sebelum berdirinya Kesultanan Banten Lama itu dinilai memiliki nilai historis tinggi sekaligus peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata edukatif.
‎‎
‎Kerajaan Banten Girang berada di wilayah Sempu, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten.

‎Kepala Disparpora Kota Serang, Zeka Bachdi mengatakan Banten Girang memiliki nilai sejarah tinggi, karena menyimpan berbagai peninggalan masa lalu. Mulai dari goa-goa bersejarah, artefak kerajaan, hingga bentang alam yang asri.

‎”Banten Girang ini lengkap artefaknya masih ada, ada goa nya juga. Jadi Banten Girang ini kerajaan pertama sebelum Banten Lama,” ujarnya Zeka, Jumat, 16 Januari 2026.

‎Menurutnya, Banten Girang memiliki latar sejarah kepercayaan Hindu dan Buddha sebelum masuknya Islam yang dibawa Kesultanan Banten Lama dari Cirebon ke wilayah Banten.

‎Di kawasan Banten Girang terdapat empat goa bersejarah. Namun saat ini, baru dua goa yang dapat dikunjungi wisatawan. Dua goa lainnya belum bisa dimasuki karena alasan kultural.

‎”Tentunya dari empat goa ini sementara yang bisa kita kunjungi hanya dua goa, karena dua goa yang lain memang dari ahli waris mengatakan masih belum bisa dimasuki, karena memang masih banyak mistik-mistiknya,” jelas Zeka.

‎”Goa-goa ini masih menyimpan kisah-kisah kerajaan diukir di tembok-temboknya di zaman dulu,” sambungnya.

‎Selain goa, artefak peninggalan Hindu dan Buddha seperti patung serta bukti-bukti kejayaan kerajaan masih tersimpan dengan baik oleh ahli waris.

‎Ke depan, seluruh potensi tersebut akan diintegrasikan menjadi satu kawasan wisata sejarah terpadu.

‎Kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam pengembangan Banten Girang sebagai destinasi wisata sejarah juga tengah dipersiapkan Disparpora Kota Serang.

‎”Tentunya ini wisata sejarah. Kemudian kita melihat bahwa ada sejarah tentang goa-goa, dan ini menjadi rangkaian menguatkan bahwa Kota Serang itu sebagai kota city of heritage. Jadi kota yang berbasis sejarah kerajaan,” ujar Zeka.

‎”Nanti masyarakat bisa datang melihat alamnya, alamnya juga bagus, sungainya masih ada, artefak ada,” tambahnya.

‎Dengan pengembangan tersebut, Banten Girang diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan lokal maupun luar daerah serta menjadi rujukan wisata sejarah di Provinsi Banten.

‎”Sehingga ini bisa menjadi referensi kunjungan wisatawan dalam kota atau di luar kota yang akan datang ke Banten Girang,” pungkasnya. (Red/ Roy)

Berita Terkait

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW
20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam
Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai
Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita
Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang
Walikota Serang Budi Rustandi Ajak PDIP Bersinergi Kawal Pembangunan Daerah
Wali Kota Serang Apresiasi Dukungan Buruh Genjot Investasi Padat Karya
Target Efisiensi 2027, Pemkot Serang Berupaya Turunkan Belanja Pegawai dari 40 ke 30 Persen

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 10:33

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW

Rabu, 15 April 2026 - 10:18

20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam

Rabu, 15 April 2026 - 10:07

Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai

Selasa, 14 April 2026 - 14:28

Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita

Selasa, 14 April 2026 - 09:37

Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang

Berita Terbaru