Bantenblitz.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berencana membangun jembatan di Kali Mati Kroya Lama, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya penataan aliran air di kawasan tersebut.
Rencana tersebut terungkap saat Wali Kota Serang, Budi Rustandi, meninjau langsung proses pembersihan dan pemulihan aliran air di terowongan gorong-gorong di lokasi itu.
Menurutnya, penyumbatan yang selama puluhan tahun menyebabkan genangan air kini mulai teratasi. Aliran air yang sebelumnya terhenti kini berhasil menembus crossing di bawah gorong-gorong, sehingga kondisi saluran menunjukkan kemajuan signifikan.
”Alhamdulillah kita bisa turun kemari dalam rangka menembuskan air di terowongan crossing bawah gorong-gorong. Yang kemarin memang sudah macet puluhan tahun, alhamdulillah sekarang sudah bisa jebol,” ujar Budi, Selasa, 10 Maret 2026.
Meskipun secara regulasi, lanjut dia, pengelolaan Kali Cikarel Lama berada di bawah wewenang Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3), Pemprov Banten mengambil langkah proaktif untuk turun tangan sesuai arahan gubernur.
Tindakan ini, dikatakan Budi, merupakan bentuk bantuan kepada pemerintah pusat sekaligus upaya meringankan beban Pemerintah Kota Serang dalam mengatasi masalah banjir yang sudah berlangsung lama.
Dirinya juga turut mengimbau kepada masyarakat setempat untuk tidak lagi membuang sampah sembarang ke sungai, agar proses pengerukan berjalan optimal.
”Kami dari pemerintah mohon maaf terkait insiden warga yang membuang sampah ke jalan beberapa waktu lalu. Sesuai arahan dari gubernur, kami tengah membagi fokus penanganan banjir di berbagai titik dan sudah berkomunikasi melalui aparat setempat,” terangnya.
Budi menuturkan, sebagai wujud pembaharuan yang juga sesuai dengan instruksi dari provinsi, Pemprov Banten merencanakan pembangunan jembatan baru di area tersebut, yang akan dianggarkan dalam APBD Perubahan Provinsi Banten.
Jembatan yang direncanakan akan memiliki ketinggian lebih tinggi agar aliran air menjadi lebih lancar dan mencegah terjadinya penyumbatan kembali.
”Ini statusnya masih jalan dengan gorong-gorong di bawahnya. Insya Allah di anggaran perubahan, sesuai arahan gubernur, kita akan ubah statusnya menjadi jembatan dan kalinya akan dibuat seperti dulu lagi, karena sebenarnya ada dua jalur kali di jalan kereta ini,” paparnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Pengelolaan Jalan Jembatan Sarang Cilegon, Tjetjep Hendrawan, mengatakan pengerjaan telah dilakukan secara maksimal dengan mendorong aliran air.
Namun ternyata di bawah permukaan, terdapat dua gorong-gorong, di mana salah satunya tersumbat sampah dan yang lain oleh ban bekas.
Tjetjep menjelaskan, selain penanganan di Kali Mati Kroya, Pemkot Serang bersama Pemprov Banten juga tengah memetakan penanganan banjir di wilayah Ciwaka sesuai arahan Gubernur Banten.
”Gubernur akan segera mengundang pihak BBWSC3 untuk mengkoordinasikan tugas pokok dan fungsinya di kawasan tersebut sebagai bentuk kolaborasi nyata antar pemerintah daerah dalam menangani permasalahan hidrolog,” tandasnya. (Red/Roy)












