Adde Rosi Sosialisasikan Pencegahan Kekerasan di Perguruan Tinggi di Pandeglang

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR-RI komisi x Adde Rosi Khoerunnisa saat memberikan materi tentang sosialisasi pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi yang berlangsung di gedung aula STKIP syekh Manshur kabupaten Pandeglang| dok. Difeni - BNC

Anggota DPR-RI komisi x Adde Rosi Khoerunnisa saat memberikan materi tentang sosialisasi pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi yang berlangsung di gedung aula STKIP syekh Manshur kabupaten Pandeglang| dok. Difeni - BNC

Bantenblitz.com – Anggota DPR RI Komisi X, Adde Rosi Khoerunnisa, menggelar sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi, Kegiatan ini digelar di Aula STKIP Syekh Manshur, Kabupaten Pandeglang, Senin, 8 Desember 2025. Kegiatan tersebut sebagai respons atas maraknya kasus kekerasan seksual dan perundungan yang masih terjadi di dunia pendidikan tinggi.

Dalam sambutannya, Adde Rosi mengucapkan terima kasih kepada Ketua Yayasan STKIP Syekh Manshur yang telah mendukung program sosialisasi ini. Ia berharap kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi seluruh pecinta dan pemerhati pendidikan tinggi di Kabupaten Pandeglang.

“Saya berterima kasih kepada ketua yayasan STKIP syekh Manshur karena telah menerima program saya untuk sosialisasi pencegahan dan penanganan kasus kekerasan di perguruan tinggi,” ujarnya.

Adde menyoroti sejumlah kasus kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini, seperti insiden di SMA 72 Kepala Gading, Jakarta Utara, dan pencopotan rektor serta dosen di sebuah universitas akibat dugaan pelecehan seksual terhadap dosen perempuan. Hal ini menegaskan bahwa sekolah dan perguruan tinggi masih menjadi zona merah kasus kekerasan, baik perundungan maupun kekerasan seksual.

“Ini artinya, sekolah dan perguruan tinggi masih menjadi zona merah tindak pidana kekerasan baik itu kekerasan perundungan atau kekerasan seksual,” ungkapnya.

Menurut data Komnas Perempuan tahun 2024, sepanjang tahun ini terdapat 97 pengaduan kasus kekerasan seksual di ranah pendidikan. Dari jumlah tersebut, perguruan tinggi menjadi yang tertinggi dengan 42 kasus, diikuti pondok pesantren dan pendidikan Islam, lalu SMP dan SMA di posisi ketiga.

Melalui sosialisasi ini, Adde Rosi berharap kesadaran dan langkah preventif terhadap kekerasan di lembaga pendidikan dapat semakin diperkuat untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan sehat.

“Saya berharap kegiatan ini bisa membawa manfaat bagi kita para pecinta pemerhati pendidikan tinggi di kabupaten Pandeglang dan nanti nya ini harus diberikan pamismet dan reward sebagai apresiasi” pungkasnya. (Red/Difeni)

Berita Terkait

Siswa SD Tangerang Harumkan Indonesia, Sabet Medali Perak Science Olympiad di Singapura
Wisata Edukatif Jadi Penutup AMT, Anak Yatim Diajak Kenal Sejarah dan Lingkungan
Halal Bihalal di SMPN 6, Wali Kota Serang Evaluasi Program Serang Mengaji
Lindungi Pendidik, Dindikbud Serang Mulai Pemetaan Satgas Guru
Refleksi Setahun Dewi–Iing, Mahasiswa PMII Desak Penetapan Darurat Pendidikan
BLK Kota Tangerang Tuntaskan Pelatihan AI untuk Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja
Sisihkan 12.000 Pendaftar, Mahasiswi UIN Banten Jadi Google Student Ambassador 2025
Antusiasme Tinggi, Ratusan Anak Ikuti Sanlat Gratis di Labuan, Pandeglang

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 10:34

Siswa SD Tangerang Harumkan Indonesia, Sabet Medali Perak Science Olympiad di Singapura

Senin, 30 Maret 2026 - 17:10

Wisata Edukatif Jadi Penutup AMT, Anak Yatim Diajak Kenal Sejarah dan Lingkungan

Senin, 30 Maret 2026 - 16:39

Halal Bihalal di SMPN 6, Wali Kota Serang Evaluasi Program Serang Mengaji

Sabtu, 28 Februari 2026 - 14:49

Lindungi Pendidik, Dindikbud Serang Mulai Pemetaan Satgas Guru

Sabtu, 28 Februari 2026 - 09:44

Refleksi Setahun Dewi–Iing, Mahasiswa PMII Desak Penetapan Darurat Pendidikan

Berita Terbaru